SISTEM EKONOMI

A. PENGERTIAN SISTEM EKONOMI

Kata Sistem awalnya berasal dari bahasa Yunani (sustēma) dan bahasa Latin (systēma).suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang saling berinteraksi, saling terkait, atau saling bergantung membentuk keseluruhan yang kompleks. Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah ekonomi sendiri berasal dari bahasa yunani yaitu oikos=keluarga atau rumah tangga, nomos=peraturan atau hukum.(Wikipedia). Aristoteles (384-322 B.C.) membedakan antara lain oikonomi yang menyelidiki peraturan rumah tangga yang merupakan arti asli bagi istilah ekonomi, dan chrematisti yang mempelajari peraturan-peraturan tukar-menukar dan karena pemikiran ini dapat disebut sebagai perintis jalan bagi berkembangnya teori ilmu ekonomi.

Berikut beberapa pengertian Sistem Ekonomi :

  • Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. (Dumairy:1999)
  • Sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. (wikipedia)
  • Sistem ekonomi:
·   Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
·   Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal

·   Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

  • Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. (Sheridan:1998)

B. JENIS – JENIS SISTEM EKONOMI

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional
secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.

Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :

– Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana
– Hanya sedikit menggunakan modal
– Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang)
– Belum mengenal pembagian kerja
– Masih terikat tradisi
– Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran
– Perhatikan bagaimana sistem ekonomi tradisional memecahkan masalah perekonomiannya ?

Kelebihan :

– Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat, hubungan antar individu sangat erat
– Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak ada beban berat yang harus dipikul
– Tidak individualistis


Kelemahan :

– Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana, sehingga produktivitas rendah
– Mutu barang hasil produksi masih rendah
– Saat ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari

2.   Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)

Sistem ekonomi pasar sering juga disebut sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengolahan dan pemanfaatan sumber daya di dalam perekonomian yang dilakukan oleh individu dan terbebas dari campur tangan pemerintah. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
·  Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal
·  Setiap orang bebas menggunakan  barang dan jasa yang dimilikinya
·  Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
·  Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta)
·  Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
·  Persaingan dilakukan secara bebas
·  Peranan modal sangat vital
· Hak milik atas alat-alat produksi dan distribusi merupakan hak milik perseorangan yang dilindungi sepenuhnya oleh negara.
Kelebihan :
·  Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
·  Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
·  Munculnya persaingan untuk maju
·  Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
·  Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kelemahan :
·  Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
·  Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
·  Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat

·   Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu

3.   Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)

Suatu sistem ekonomi yang seluruh kebijakan perekonomiannya ditentukan oleh pemerintah. Motivasi kegiatan ekonomi nya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan dan untuk kemakmuran negara. Pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerah-daerah di bawah satu komando dari pusat. Masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat.

Ciri dari sistem ekonomi terpusat adalah :

·  Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah
·  Hak milik perorangan tidak diakui
·  Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
·  Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah
Kelebihan :
·  Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
·  Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
·  Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga
·  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
·   Jarang terjadi krisis ekonomi
Kelemahan :
·  Mematikan inisiatif individu untuk maju
·  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat
·  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya
4.   Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran ini mengambil kelebihan dari sistem ekonomi komando dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan organisasi ekonomi sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
·  Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat
·  Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah
·  Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan swasta.
·  Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak.
· Kebebasan bagi individu untuk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya
·   Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembetasan dari pemerintah;

·    Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang

5.   Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem Ekonomi Pancasila adalah “aturan main” kehidupan ekonomi atau hubungan-hubungan ekonomi antar pelaku-pelaku ekonomi yang didasarkan pada etika atau moral Pancasila dengan tujuan akhir mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Etika Pancasila adalah landasan moral dan kemanusiaan yang dijiwai semangat nasionalisme (kebangsaan) dan kerakyatan, yang kesemuanya bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Sistem Ekonomi Pancasila berisi aturan main kehidupan ekonomi yang mengacu pada ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Dalam Sistem Ekonomi Pancasila, pemerintah dan masyarakat memihak pada (kepentingan) ekonomi rakyat sehingga terwujud kemerataan sosial dalam kemakmuran dan kesejahteraan. Inilah sistem ekonomi kerakyatan yang demokratis yang melibatkan semua orang dalam proses produksi dan hasilnya juga dinikmati oleh semua warga masyarakat.

Sumber :
www.wikipedia.com
http://rzmapuspita.blogspot.com/2011/02/sistem-ekonomi-menurut-para-pakar.html
http://ana-ekonomi.blogspot.com/2010/07/macam-macam-sistem-ekonomi.html
Dumairy. 1996. Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s